AI-Qur'an adalah kitab yang sempurna, pedoman hidup umat Muhammad ﷺ. la adalah petunjuk dalam segala bidang, dunia dan akhirat. Isinya secara global mengajak kepada kemaslahatan duniawi dan ukhrawi. Salah satu manfaat duniawinya adalah sebagai obat dan penawar berbagai penyakit.
Dalam Al-Qur'an disebutkan pada beberapa tempat bahwa AlQur'an adalah penyembuh, di antaranya:
1. Surat Al-Isra' ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ٨٢
Terjemahan Kemenag 2019
82. Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (Al-Isra'/17:82)
2. Fushilat ayat 44:
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًىۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ ࣖ ٤٤ ( فصّلت/41:44)
Terjemahan Kemenag 2019
Seandainya Kami menjadikannya (Al-Qur’an) bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan, “Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan (dengan bahasa yang kami pahami)?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an). 673) Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”
673) Mereka tidak melihat dari Al-Qur’an, kecuali fitnah-fitnah yang memang mereka cari. (Fussilat/41:44)
3. Yunus ayat 57:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ٥٧ (يونس/10:57)
Terjemahan Kemenag 2019
57. Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. (Yunus/10:57)
Bila kita perhatikan ayat-ayat di atas, maka semuanya membicarakan penyakit yang sifatnya nonmedis. Yaitu penyakit hati, nifak, akhlak tercela dan lain-lain. Namun redaksi ayat bersifat umum, yaitu "obat". Maka obat berfungsi mengatasi penyakit, baik medis maupun nonmedis. Cakupannya juga lebih luas mulai penyakit hati dan akal manusia hingga penyakit fisik yang terlihat oleh pancaindra. Rasulullah juga menggunakan Al-Qur'an untuk mengobati penyakit fisik, sehingga sirnalah keraguan dalam hati bahwa Qur'an hanya mampu mengobati penyakit hati (non-medis).
Ini adalah madzhab jumhur (mayoritas) ulama, karena menurut kebanyakan ulama ayat-ayat di atas bersifat umum dan mencakup penyakit fisik dan nonfisik.
Imam Ar Razi berkata, "Al-Qur'an diturunkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Maka seluruh isi Al-Qur'an pada dasarnya adalah obat penawar bagi orang-orang mukmin. Ketahuilah bahwasanya AlQur'an adalah penawar bagi penyakit rohani dan penyakit jasmani. Al-Qur'an sebagai penawar penyakit rohani sudah tampak jelas. Hal ini ada dua hal:
Keyakinan yang batil dan akhlak yang tercela. Adapun penawar bagi penyakit rohani karena mengambil berkah dari bacaan Al-Qur'an dapat menyembuhkan banyak penyakit.
Imam Al-Alusi berkata, [Tafsir Ruhul Maaniy, Juz 15, hal 145]"Telah menjadi kesepakatan ulama bahwa dalam Al-Qur'an memiliki surat dan ayat tertentu yang dapat digunakan sebagai penawar penyakit jasmani, di antaranya adalah surat Al-Fatihah dan enam ayat syifa' (penawar), yaitu:
1. Surat At-Taubah ayat 14:
وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
Serta melegakan hati orang-orang yang beriman."
2. Surat An-Nahal ayat 69:
فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ
"...di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia."
3. Surat Al-Isra' ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إلا خَسَاراً
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."
4. Surat Asy-Syu'ara ayat 80:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
5. Fushilat ayat 44:
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء
"Katakanlah, 'Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin'."
6 Yunus ayat 57:
قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِمَا فِي الصُّدُورِ
"Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."
Ibnu Qayyim Rahimakumulloh berkata, "Al-Qur'an adalah obat yang sempurna untuk segala penyakit, penyakit hati dan badan, penyakit dunia dan penyakit akhirat. Apabila seorang yang sakit pandai mencari obat, lalu menggunakannya dengan penuh keyakinan dan keimanan, maka ia pasti manjur. Bagaimana tidak sebab obat tersebut adalah firman Allah? Kalimat yang apabila diturunkan di atas gunung, gunung tersebut akan hancur lebur. Atau bila diturunkan kepada bumi, bumi akan terpecah karenanya. Semua penyakit fisik dan nonfisik ada obatnya di dalam Al- Qur'an. Siapa yang tidak bisa sembuh dengan Al-Qur'an maka Allah tidak akan menyembuhkannya, " [Zaadul Ma'ad, Juz III, hal: 178]
Pada kesempatan yang lain Ibnu Qayyim juga berkata, "Aku pernah tinggal di kota Mekkah beberapa waktu. Aku menderita sakit kali itu di sana. Aku tidak menemukan dokter dan obat. Lalu aku mencoba berobat dengan bacaan surat Al-Fatihah, lalu aku tiupkan pada air Zamzam. Aku membaca surat Al-Fatihah tersebut beberapa kali. Setelah itu aku meminum air itu. Dengan izin Allah aku diberikan kesembuhan
total. Setelah itu, setiap diserang penyakit, aku menggunakan surat Al- Fatihah sebagai obat yang mujarab, "[ Atthib An Nabawi, Hal: 139, Dar Ihya' Al Kutub Al Arabia, Kairo, Mesir, cet tahun 1958]
Bahkan berobat dengan Al-Qur'an termasuk upaya menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Sollallohu alaihi wasallam yang sudah banyak diabaikan orang, begitu juga enggan berobat dengan Al-Qur'an dan mencari kesembuhan dengannya adalah satu bentuk menjauhi Al-Qur'an.
Allah berfirman:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً
"Rasul berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan." (Al-Isra':30).
Maka jelas sudah yang dimaksud dengan kata-kata "syifa" pena- war ada umum sifatnya, mencakup penyakit hati, akal, jiwa, akhlak dan pekerti, seperti juga ia mencakup penawar bagi penyakit jasmani pula.
Sudah menjadi ketetapan di kalangan ulama bahwa Nabi mencari kesembuhan dengan Al-Qur'an dengan meruqyah dirinya sendiri dengan beberapa ayat dan surat Al-Qur'an. Beliau melakukannya untuk dirinya sendiri meruqyah orang lain dengan Al-Qur'an. Bahkan beliau sampai berwasiat kepada umatnya untuk berobat dengan Al- Qur'an,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ إِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ سَلِيمٌ (لذيغ) وَإِنَّ نَفَرَنَا غَيْبٌ فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنَهُ بِرُقْيَةٍ فَرَقَاهُ فَبَرَأَ فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً وَسَقَانَا لَبَنًا فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ أَكُنتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنتَ تَرْقِي قَالَ لَا مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ قُلْنَا لَا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ أَوْ نَسْأَلَ النَّبِيَّ ﷺ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ
Abu Said Al-Khudri RA berkata, "Ketika kami sedang dalam suatu perjalanan, kami singgah di suatu tempat. Datanglah seorang wanita dan berkata, 'Sesungguhnya pemimpin kami terkena senga- tan, sedangkan sebagian kami tengah pergi. Apakah ada di antara kalian yang biasa meruqyah?' Maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuannya tentang ruqyah. Dia meru- qyah dan sembuh. Kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami mengambil susunya. Ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, 'Apakah Anda bisa? Apakah Anda meruqyah?' la berkata, 'Tidak, saya tidak meruqyah kecuali dengan Al-Fatihah. Kami berkata, Jangan bicarakan apapun kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya pada Rasulullah. Ketika sampai di Madinah, kami ceritakan pada Nabi, Dan beliau berkata, Tidakkah ada yang memberitahunya bahwa itu adalah ruqyah? Bagilah (kambing itu) dan beri saya satu bagian." (HR Bukhari dan Muslim).
Ini adalah keterangan yang jelas bahwasanya Al-Qur'an adalah obat untuk penyakit medis dan nonmedis, ini adalah obat utama sebelum seseorang mencoba berobat dengan benda lain sebelum Al- Qur'an [Keterangan lebih lanjut silahkan lihat kitab "Arruqyah Al Syar'iyyah baina anda atthat biq 22. Dan kitab al Ilaj bi ar Ruqa, hal 4, oleh: DR Salb bin Ali bin Wahaf Al Qahthany]
0 Komentar
Silahkan sampaikan komentar anda dalam bahasa yang santun, dan tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata kotor, menyinggung dan menyerang pihak tertentu. dan dilarang keras mengirim link spam. terimakasih